Tips Pemeliharaan Waterproofing Membrane Bakar Agar Awet

Lokaarunawastu.com – Anda pernah mendengar istilah, waterproofing membrane bakar? Membrane bakar itu adalah jenis material kedap air yang terbuat dari bitumen atau aspal yang dimodifikasi dengan polimer, jadi lebih elastis dan kuat.

Cara pasangnya juga unik, yaitu menggunakan obor untuk menyalakan dan melelehkan permukaannya, sehingga menempel erat ke permukaan atap atau lantai yang akan dilindungi. Fungsinya sederhana tapi sangat penting, yaitu menjadi lapisan pelindung pertama yang mencegah air meresap ke dalam struktur bangunan.

Jadi, baik itu atap datar, basement, lantai parkir, atau bahkan dinding yang terpapar air, membrane bakar bisa dipakai di situ. Anda baru saja pasang membrane bakar di rumah? Mau tahu cara menjaga agar dia bisa awet?

Material ini bisa bertahan 10-15 tahun kalo dipasang dan dirawat dengan benar. Namun, kelalaian sehari-hari juga dapat membuat umur pakainya turun drastis. Nah, untuk menjaga supaya investasi Anda tetap aman, yuk simak tips pemeliharaan yang akan Anda ketahui berikut ini!

Pemeliharaan Waterproofing Membrane Bakar

Penting untuk Anda catat! Meskipun material ini kuat, perawatan rutin itu tetap harus dilakukan, sebab cuaca ekstrem, kotoran, dan bahkan kebiasaan sehari-hari ternyata dapat merusak lapisannya tanpa Anda sadari. Berikut adalah tips pemeliharaan yang bisa Anda terapkan sendiri atau dengan bantuan profesional!

1. Membersihkan Permukaan dan Saluran Air Berkala

Membersihkan Permukaan dan Saluran Air Berkala

Hal dasar namun sering terlupakan adalah membersihkan permukaan membrane bakar. Debu, daun, dan kotoran yang menumpuk akan menghalangi aliran air, membuat genangan yang merusak integritas lapisan. Setidaknya, Anda harus melakukan pembersihan minimal 2x setahun, lebih sering lagi jika musim hujan atau angin kencang yang berpotensi membawa banyak kotoran.

Selain permukaan, jangan lupa saluran air di atap atau area sekitar membrane. Jika saluran tersumbat, air akan menumpuk lama-lama di atas membrane, dan itu membuat tekanan yang berlebihan serta mudah menyebabkan retakan.

Bersihkan saluran air setiap 3-6 bulan dengan saringan atau sapu, supaya air bisa mengalir lancar tanpa terhenti. Anda dapat memanfaatkan sapu lembut atau pel yang tidak mengandung bahan kimia keras. Jangan gunakan alat pembersih yang keras atau gesekan berlebihan, karena bisa mengikis lapisan permukaan membrane dan mengurangi ketahanannya terhadap air.

2. Hindari Kerusakan Mekanis Membrane

Hindari Kerusakan Mekanis Membrane

Membrane bakar itu kuat, namun tidak tahan terhadap tekanan atau gesekan berlebihan. Jadi, jangan sembarangan berjalan, berdiri, atau memasang benda berat di atasnya kecuali benar-benar perlu. Misalnya, jika ingin memeriksa atap, gunakan alas penyangga seperti karpet atau papan untuk mendistribusikan beban dan mencegah tekanan terpusat.

Hindari juga memasang benda tambahan seperti antena, tangga, atau penutup atap langsung di atas membrane. Jika harus memasang, maka gunakan alas yang tepat dan hubungi teknisi untuk memastikan tidak merusak lapisan. Kerusakan mekanis bisa saja menjadi penyebab kebocoran yang tidak terduga, bahkan pada membrane yang baru dipasang.

Jika ada pekerjaan di sekitar area membrane, seperti perbaikan atap atau penambahan struktur, maka pastikan pekerja tahu letak membrane dan hati-hati dalam bekerja. Beritahu mereka untuk tidak menginjak atau menggunakan alat yang bisa menyobek atau merusak lapisan.

3. Lindungi dari Cuaca Ekstrem

Lindungi dari Cuaca Ekstrem

Misalnya, sinar matahari yang terik dan cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, atau suhu yang fluktuatif bisa mempercepat penuaan membrane bakar. Maka, untuk membrane tipe plain, yaitu tanpa lapisan granule, paparan sinar UV secara langsung akan membuat lapisan menjadi kaku dan mudah retak.

Bagaimana cara melindunginya? Anda bisa menambahkan lapisan penutup seperti screed atau plester minimal 4 cm di atas membrane. Untuk membrane tipe granule (yang sudah tahan UV), kamu masih bisa menambahkan lapisan penutup jika ingin lebih aman, terutama di area yang terpapar cuaca ekstrem sepanjang tahun.

Setelah hujan deras atau badai, segera periksa membrane, apakah ada kotoran yang tertinggal, saluran yang tersumbat, atau bagian yang terangkat karena angin. Tanggapi segera jika ada masalah, supaya tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.

4. Pemeriksaan Rutin dan Perbaikan Cepat

Pemeriksaan Rutin dan Perbaikan Cepat

Pemeriksaan rutin adalah faktor penting untuk menangkap kerusakan sejak dini. Lakukan pemeriksaan setiap 6 bulan, setelah musim hujan, atau setelah kejadian cuaca buruk. Perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti retakan, sobekan, overlap yang melepas, atau tanda kebocoran seperti noda lembab di dinding atau langit-langit di bawahnya.

Jika Anda menemukan kerusakan kecil, perbaiki segera sebelum menjadi masalah besar. Sementara, untuk kerusakan yang lebih parah, seperti retakan panjang atau lapisan yang banyak terangkat, jangan coba perbaiki sendiri. Segera hubungi teknisi profesional agar perbaikan dilakukan dengan benar.

Catat setiap pemeriksaan dan perbaikan yang Anda lakukan. Ini akan membantu Anda dalam melacak kondisi membrane dari waktu ke waktu dan mengetahui kapan perlu melakukan perawatan lebih lanjut. Jika membrane Anda masih dalam garansi, pastikan perbaikan sesuai aturan produsen agar garansi tidak hangus.

5. Pemeriksaan Profesional Teratur

Pemeriksaan Profesional Secara Teratur

Meskipun Anda sudah melakukan perawatan mandiri, pemeriksaan oleh profesional tetap penting. Ahli waterproofing bisa mendeteksi kerusakan yang tidak terlihat secara kasat mata, seperti kerusakan di bawah lapisan penutup atau masalah pada overlap yang tidak sempurna.

Rencanakan pemeriksaan profesional setiap 1-2 tahun. Beberapa produsen seperti Bituline bahkan membutuhkan pemeriksaan rutin untuk mempertahankan garansi hingga 10 tahun. Profesional juga akan memberikan saran perawatan yang sesuai dengan kondisi membrane dan lingkungan sekitar bangunan Anda.

Pilihlah teknisi atau jasa waterproofing yang berpengalaman dan menggunakan material berkualitas. Tanya referensi atau lihat ulasan dari pelanggan sebelumnya, agar Anda yakin mendapatkan layanan yang baik dan memastikan membrane bakar tetap awet dalam jangka panjang.

BACA JUGA : Bagaimana Cara Flooring yang Tepat

Jasa Waterproofing Profesional Loka Aruna Wastu

Setelah tahu semua tips pemeliharaan, terkadang masalah waterproofing membrane bakar butuh tangan ahli untuk diatasi, terutama jika kerusakan sudah parah atau Anda ingin memastikan pemasangan atau perawatan dilakukan sesuai standar. Nah, Jasa Waterproofing Profesional Loka Aruna Wastu bisa jadi solusi tepat Anda.

Loka Aruna Wastu merupakan spesialis dalam pekerjaan waterproofing, dengan pengalaman yang terbukti menangani berbagai proyek dari rumah tinggal sampai bangunan komersial. Anda bisa mendapatkan layanan yang meliputi pemasangan, perbaikan, dan pemeriksaan rutin waterproofing.

Menariknya, yang paling penting, Loka Aruna Wastu selalu menggunakan material berkualitas tinggi dari produsen terpercaya dan menerapkan teknik kerja yang sesuai dengan standar industri. Terdiri dari tim yang terlatih dan berpengalaman, jadi Anda tidak perlu khawatir tentang hasil yang tidak maksimal atau kerusakan tambahan pada bangunan.

Investasi dalam jasa profesional bukan hanya soal biaya tambahan yang dikeluarkan, namun mencakup langkah pencegahan yang murah dibandingkan biaya perbaikan kebocoran yang parah nantinya. Ingin tahu layanan Loka Aruna Wastu lainnya atau butuh jasa waterproofing yang aman dan terpercaya?

Anda bisa mengunjungi langsung website Loka Aruna Wastu untuk melihat detail informasinya atau langsung klik tautan link di bawah ini!

 

Hubungi Kami

1 komentar untuk “Tips Pemeliharaan Waterproofing Membrane Bakar Agar Awet”

  1. Pingback: Cara Menggunakan Cat epoxy Besi Agar Tahan Air dan Karat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *