Lokaarunawastu.com – Lantai acian merupakan dasar struktural penting yang menjadi penyangga material penutup lantai seperti keramik, granit, atau vinyl. Retakan bisa terjadi baik pada bagian lantai acian itu sendiri, maupun pada material penutup yang dipasang di atasnya.
Kedua jenis retakan ini biasanya seringkali saling berkaitan. Misalnya, retakan pada lantai acian akan menyebabkan material penutup yang berada di atasnya juga ikut retak.
Setiap jenis material penutup memiliki karakteristik berbeda, sehingga faktor yang menyebabkan retakan juga bisa berbeda satu sama lain. Namun, dengan memahami hubungan antara kondisi lantai acian dan jenis material penutup ini akan membantu Anda mengidentifikasi penyebab retakan dengan tepat dan mengambil langkah penanganan yang sesuai. Berikut penjelasannya!
Retakan pada Lantai Acian Dasar
Lantai acian dasar yang tidak dibuat dengan benar akan menjadi sumber masalah retakan yang bisa berdampak pada seluruh lapisan lantai di atasnya. Retakan pada lantai acian biasanya muncul karena kesalahan pada proses konstruksi atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Bahkan lantai acian yang baru saja dicor bisa mengalami retakan jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat setelah pengecoran. Salah satu penyebab utama retakan pada lantai acian yaitu, tanah dasar yang tidak stabil atau tidak dipadatkan dengan baik.
Ketika tanah di bawah fondasi bangunan bergeser, mengalami penurunan, atau masih lunak saat proses pengecoran, lantai acian akan menerima tekanan yang tidak merata sehingga akhirnya retak. Selain itu, perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem juga menyebabkan lantai acian mengalami pemuaian dan penyusutan secara berulang-ulang, sehingga jika tidak dipasang celah pemuaian yang cukup, retakan akan sulit dihindari.
Kesalahan pada proses pembuatan juga menjadi faktor penting. Penggunaan campuran semen, pasir, dan air dengan proporsi yang tidak sesuai akan membuat lantai acian tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban.
Selain itu, proses pengeringan yang terlalu cepat atau terlalu lambat juga bisa menyebabkan retakan. Jika mengering terlalu cepat karena terpapar sinar matahari langsung tanpa perlindungan, lantai acian akan mengalami penyusutan yang tidak merata dan menimbulkan retakan halus yang disebut retakan rambut.
Retakan Material Penutup Lantai di Atas Lantai Acian
Lantai acian berperan sebagai dasar struktural yang menopang semua jenis material penutup lantai. Kondisi lantai acian yang baik akan membuat material penutup lebih awet dan terhindar dari kerusakan, namun biasanya retakan pada material penutup terjadi karena kombinasi antara kondisi dasar yang tidak sesuai dan faktor yang berkaitan dengan karakteristik material itu sendiri.
Berbagai jenis material penutup seperti keramik, granit, atau vinyl masing-masing memiliki kelemahan dan faktor risiko yang berbeda dalam mengalami retakan, sehingga perlu dipahami secara detail untuk bisa menghindari atau menangani masalah ini dengan tepat!
1. Keramik

Harga terjangkau dan variasi motif menjadikan keramik pilihan utama. Namun, pemasangan yang buruk dan acian yang tidak standar dapat memicu keretakan meski material ini terlihat kokoh. Oleh karena itu, pastikan Anda melibatkan tenaga ahli untuk menjamin kualitas acian dan teknik pemasangan yang presisi.
Permukaan lantai acian yang tidak rata, belum kering sempurna, bergelombang, atau berlubang membuat tekanan pada keramik tidak terdistribusi secara merata. Titik yang menerima tekanan lebih besar akan mengalami beban berlebihan seiring waktu sehingga akhirnya retak.
Kesalahan pemasangan dan perawatan juga menyebabkan retakan keramik. Jika dipasang terlalu dekat sumber panas seperti kompor atau tungku listrik, keramik mengalami pemuaian cepat dan tidak merata sehingga mudah retak.
2. Granit

Ini adalah material penutup lantai yang kuat, tahan lama, dan tahan gores. Kesalahan pasang dan lantai acian yang bergelombang dapat meretakkan granit. Kondisi dasar yang tidak rata memberikan tekanan tidak seimbang yang merusak struktur granit secara perlahan.
Selain itu, granit memiliki pori-pori sangat kecil sehingga tidak bisa menyerap air dengan baik. Semen biasa tidak mampu merekatkan granit secara maksimal, sehingga granit mudah bergeser dan retak saat digunakan. Meskipun kuat, granit tetap mengalami pemuaian dan penyusutan akibat perubahan suhu atau kelembapan udara.
Selain itu, pergerakan struktur bangunan seperti pergeseran tanah, fondasi yang kurang kokoh, atau getaran dari lingkungan seperti dekat jalan raya bisa membuat lantai acian bergeser perlahan, yang akhirnya berdampak pada granit di atasnya hingga retak.
3. Vinyl

Memiliki tampilan yang elegan, harga yang ekonomis, serta kemudahan dalam perawatannya. Meski lebih fleksibel daripada keramik, lantai acian yang buruk atau kesalahan pemasangan tetap dapat meretakkan vinyl.
Permukaan lantai acian yang tidak rata menjadi salah satu penyebab utama retakan pada vinyl. Permukaan dasar yang tidak rata merusak vinyl dengan memberikan tekanan berlebih saat digunakan.
Tekanan yang berulang-ulang pada titik tersebut akan membuat vinyl menjadi rapuh dan akhirnya retak. Rembesan lembap pada lantai acian merusak daya rekat lem, sehingga vinyl menggelembung dan retak saat menerima beban atau tekanan.
Paparan sinar matahari secara langsung juga bisa menyebabkan retakan pada vinyl. Selain itu, menempatkan beban yang terlalu berat tanpa alas pelindung atau sering menggeser perabotan berat juga bisa menyebabkan retakan pada vinyl.
Cara Mencegah Acian Lantai Retak
Lakukan persiapan matang sebelum pengecoran untuk menghindari retakan. Padatkan tanah dasar dengan baik hingga tidak ada bagian yang lunak yang bisa menyebabkan penurunan tanah kemudian hari.
Sedangkan, untuk area dengan beban berat seperti garasi atau gudang, tambahkan penguatan dengan besi kawat atau besi beton agar struktur lantai memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap tekanan. Lakukan pengecoran dan pengeringan sesuai standar konstruksi.
Gunakan campuran semen, pasir, dan air dengan proporsi tepat supaya lantai acian mendapatkan kekuatan optimal. Setelah pengecoran, tutupi permukaan dengan kain atau plastik agar pengeringan berlangsung perlahan dan merata.
Pasang celah pemuaian atau expansion joint pada area lantai yang luas atau bagian sambungan struktur bangunan. Celah ini memberi ruang gerak bagi lantai acian saat memuai atau menyusut akibat suhu dan kelembapan, sehingga mencegah lantai saling mendorong yang memicu retakan.
BACA JUGA : Ahli Perawatan Lantai Pabrik
Ahli Pemasangan dan Perawatan Lantai
Gunakan ahli lantai berpengalaman untuk menjamin ketahanan lantai dan menghindari risiko retakan yang memakan biaya perbaikan besar. Manfaatkan Ahli yang kompeten dalam persiapan dasar, pemasangan, dan memberikan panduan perawatan sesuai jenis material lantai dan kondisi lantai acian.
Langkah ini memberikan rasa tenang bagi Anda karena seluruh pengerjaan telah memenuhi standar keamanan dan teknis yang ketat. Jika Anda membutuhkan jasa ahli pemasangan atau perawatan lantai yang terpercaya dan berpengalaman, kunjungi Loka Aruna Wastu sekarang juga.
Tim ahli Loka Aruna Wastu berpengalaman luas menangani berbagai material dan kondisi lantai acian, mulai dari pemasangan hingga perbaikan retakan. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis dan penawaran terbaik sesuai kebutuhan Anda dengan klik di bawah ini!

Pingback: Inilah Jenis Lantai Cor Motif, Keunggulan, dan Cara Merawatnya