Lokaarunawastu.com – Lantai beton bertulang sendiri adalah struktur dari lantai yang paling umum digunakan di proyek konstruksi Indonesia, karena memiliki kekuatan tinggi serta keawetannya yang baik. Adapun fungsi utamanya yaitu untuk menahan beban dari lantai atas, furniture, maupun sebagai penahan orang beraktivitas di atasnya, kemudian mentransfer beban tersebut ke tiang atau dinding penyangga.
Namun, jika proses pembuatannya salah, fungsi yang diharapkan tersebut tidak akan bisa tercapai. Bahkan, bisa saja menyebabkan kerusakan parah yang membutuhkan biaya perbaikan lebih mahal.
Melalui artikel ini Anda akan mengetahui apa saja kesalahan umum dalam konstruksi lantai beton bertulang serta cara mengatasinya. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana pengerjaan yang tepat agar struktur beton Anda tetap kokoh dan tahan lama. Simak selengkapnya berikut ini!
Kesalahan Konstruksi Lantai Beton Bertulang
Jika Anda tidak ingin proyek konstruksi Anda gagal maka hindari kesalahan-kesalahan berikut ini. Sebab, banyak proyek konstruksi gagal mencapai kualitas yang diinginkan karena kesalahan kecil yang diabaikan pada tahap pembuatan lantai beton bertulang.
Kesalahan tersebut sudah pasti tidak hanya menyebabkan kerusakan dini, melainkan juga membutuhkan biaya perbaikan yang mahal ke depan. Berikut adalah kesalahan umum yang harus Anda waspadai dan hindari selengkapnya!
1. Perencanaan dan Pengukuran Tidak Akurat

Kesalahan perencanaan dan pengukuran adalah akar masalah yang paling sering menyebabkan kegagalan struktur lantai. Hal ini akan membuat lantai jadi tidak sesuai dengan desain yang diinginkan serta berisiko tidak dapat menahan beban.
Konsekuensinya adalah, lantai bisa muncul retak, miring, atau bahkan tenggelam di bagian tertentu. Penghitungan beban yang terlalu rendah menyebabkan lantai mudah retak saat menahan beban berat seperti lemari besar atau mesin.
Jika ingin menghindari hal tersebut, maka Anda harus melakukan perencanaan yang teliti dengan menggunakan perangkat lunak desain atau berkonsultasi dengan ahlinya. Verifikasi ulang semua ukuran. Maka dengan begitu, Anda dapat memastikan semua elemen struktur sesuai spesifikasi dan mampu menahan beban yang diharapkan.
2. Campuran Beton Tidak Sesuai Standar

Banyak orang salah mengatur proporsi semen, pasir, kerikil, dan air baik itu karena ingin menghemat biaya atau tidak tahu standar yang benar. Rasio air dan semen yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, serta penggunaan agregat yang tidak sesuai ukuran, bisa merusak kualitas beton secara signifikan.
Jika campuran salah, maka kekuatan tekan beton juga akan menurun dan daya tahannya pun menjadi lemah. Misalnya, rasio air-semen yang terlalu tinggi, yaitu lebih dari 0,6 dapat membuat beton mudah dikerjakan tapi gampang retak juga tidak tahan beban.
Sebaliknya, rasio yang terlalu rendah, misalnya kurang dari 0,4 dapat membuat beton terlalu kental dan sulit dipadatkan, sehingga muncul rongga di dalamnya. Maka, untuk menghindari hal ini, ikuti standar campuran yang telah ditentukan. Lakukan uji laboratorium untuk memastikan campuran sesuai dengan kebutuhan proyek, terutama jika lantai akan menahan beban berat seperti di pabrik atau gudang.
3. Pemasangan Tulangan Tidak Sesuai SNI

Tulangan berperan penting dalam menahan tegangan tarik pada lantai beton. Jangan sampai Anda melakukan pemasangan tulangan yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Misalnya, jarak antar tulangan yang salah, posisi tulangan terlalu dekat permukaan, atau penggunaan tulangan yang tidak memiliki sertifikasi. Konsekuensinya, tulangan tidak bisa bekerja optimal dan mudah korosi. Jika jarak antar tulangan terlalu renggang, lantai akan mudah retak ketika menerima beban.
Jika tulangan terlalu dekat permukaan, air dan udara akan mudah merusaknya sehingga cepat karatan dan kehilangan kekuatan. Hal ini bisa menyebabkan lantai retak besar bahkan runtuh dalam waktu singkat.
4. Pengecoran yang Tidak Benar

Pengecoran yang tidak benar bisa merusak kualitas lantai meskipun campuran dan tulangan sudah tepat. Kesalahan yang sering terjadi antara lain, pengecoran dalam cuaca ekstrem yaitu terlalu panas atau dingin, tuangan yang tidak merata, jeda waktu yang terlalu lama antar tuangan, serta kurangnya pemadatan.
Jika pengecoran dilakukan di cuaca terlalu panas, beton akan mengering terlalu cepat dan muncul retak “dingin”. Jika cuaca terlalu dingin, proses pengerasan beton akan terhambat. Kurangnya pemadatan membuat beton keropos atau berlubang dan kekuatannya menurun.
Jeda waktu antar tuangan juga membuat permukaan lantai tidak menyatu dengan baik dan mudah retak. Lakukan pengecoran pada cuaca ideal dan rencanakan dengan baik supaya tidak ada jeda yang terlalu lama.
Tuang adukan beton sedikit demi sedikit mulai dari satu sisi, ratakan dengan papan, dan padatkan secara merata menggunakan vibrator untuk menghilangkan rongga. Jika cuaca buruk, gunakan penutup untuk melindungi beton yang baru dicor.
5. Curing yang Tidak Memadai

Curing merupakan tahap untuk memastikan beton mengering dan mengeras sempurna. Jika curing yang tidak memadai, seperti kurangnya penyiraman, waktu curing yang terlalu singkat, atau tidak melindungi dari sinar matahari langsung.
Maka, akan menyebabkan beton retak besar dan kekuatannya tidak tercapai maksimal. Konsekuensinya yaitu, lantai akan mudah retak bahkan sebelum dipakai secara penuh. Kekuatan tekan beton bisa menurun hingga 30-50% jika curing tidak tepat, membuat lantai tidak tahan lama dan rawan kerusakan.
Selain itu, daya tahan beton terhadap serangan zat kimia atau cuaca juga akan menurun. Lakukan curing selama 7-14 hari dengan menyiram air secara rutin yaitu setiap 2-3 jam atau menggunakan membran curing untuk menahan kelembapan.
Lindungi lantai dari sinar matahari langsung dan hujan selama proses curing. Jangan buru-buru lepas bekisting tunggu minimal 14 hari supaya beton mengeras dapat sepenuhnya.
BACA JUGA : Komposisi Campuran untuk Epoxy Lantai
Ahli Kontraktor Lantai Profesional
Anda membutuhkan tangan ahli yang memahami setiap detail proses, dari perencanaan hingga curing, dan patuh pada standar industri serta SNI. Ahli kontraktor lantai profesional tidak hanya menghindari kesalahan yang mahal namun juga mampu memberikan hasil yang optimal sesuai kebutuhan proyek Anda.
Baik untuk rumah tinggal, gedung komersial, maupun industri. Kontraktor lantai yang berpengalaman selalu mengutamakan kualitas material, keahlian tenaga kerja, dan proses kerja yang terstruktur.
Menggunakan jasa ahli profesional akan membantu Anda dalam melakukan survei awal dalam menentukan spesifikasi yang tepat, memberikan nasihat yang terinformasi sesuai kebutuhan Anda, dan memastikan pekerjaan selesai tepat waktu. Pilihlah kontraktor lantai profesional untuk menjamin masa depan bangunan Anda.
Cegah kesalahan kecil pada tahap konstruksi agar tidak menghancurkan seluruh upaya dan biaya yang telah Anda keluarkan. Pilih kontraktor yang memiliki reputasi baik, testimoni positif dari klien, dan komitmen untuk memberikan hasil terbaik.
Jika Anda butuh ahli kontraktor lantai profesional untuk proyek, Loka Aruna Wastu siap membantu Anda dengan layanan yang terpercaya, kualitas yang terjamin, dan tim ahli yang berpengalaman. Yuk, hubungi kami sekarang melalui tautan berikut ini untuk mendapatkan konsultasi dan biarkan tim kami yang bantu wujudkan lantai impian Anda!

Pingback: Cara Pilih Decorative Flooring yang Cocok untuk Semua Ruangan