Lokaarunawastu.com – Masalah umum pada screed lantai beton memang masih menjadi tantangan utama bagi para profesional konstruksi dan pemilik proyek. Screed yang tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan kerusakan berantai.
Saat ini, industri konstruksi semakin banyak mengadopsi solusi inovatif seperti screed siap pakai dari pabrikan ternama, self-levelling screed dengan daya tahan tinggi, dan sistem khusus untuk pemasangan pemanas lantai bawah. Namun, perkembangan ini tidak menghilangkan risiko kesalahan pada tahapan seperti persiapan substrat, pencampuran material, hingga proses pengeringan.
Artikel ini akan membahas secara mengenai apa saja masalah-masalah yang sering muncul pada screed lantai beton beserta penyebab, tanda-tanda awal, dan langkah-langkah penanganan serta pencegahan yang efektif.
Kenali Apa Itu Screed Lantai Beton
Screed lantai beton menciptakan permukaan yang rata dan kuat sebagai dasar lapisan akhir. Campuran ini memadukan semen Portland, pasir halus berkualitas, air, serta aditif kimia untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan struktur.
Anda akan menemui, industri konstruksi yang secara luas menggunakannya untuk berbagai jenis bangunan, mulai dari rumah tinggal, perkantoran, hingga fasilitas industri dengan tuntutan kekuatan tinggi. Screed menyerap tegangan antara substrat beton dan lantai akhir, melindungi instalasi pipa atau kabel di bawahnya, serta membantu mengatur suhu pada sistem pemanas atau pendingin lantai.
Kualitas screed juga menentukan daya tahan lantai akhir terhadap beban, gesekan, dan kelembaban. Pemasangan screed yang benar meningkatkan umur pakai lantai hingga dua kali lipat dan mengurangi risiko kerusakan akibat faktor lingkungan maupun beban penggunaan harian.
Masalah Umum Screed Lantai Beton
Masalah pada screed lantai beton sering muncul karena berbagai faktor. Bahkan dengan penggunaan material berkualitas tinggi, tanpa penerapan standar kerja yang benar, risiko kerusakan tetap ada.
Berikut adalah beberapa masalah umum yang sering ditemui beserta penjelasan tentang penyebab, ciri-ciri, dan solusinya!
1. Retakan Permukaan Screed

Penyebab utamanya meliputi kondisi lingkungan yang tidak sesuai saat pemasangan, suhu yang terlalu dingin atau panas, serta pencampuran dengan air berlebih yang meningkatkan risiko penyusutan. Selain itu, kurangnya sambungan gerak atau ketebalan screed yang tidak sesuai spesifikasi juga menjadi faktor penting yang menyebabkan retakan.
Ciri-ciri retakan bisa dikenali dari garis jelas pada permukaan, atau area sekitar retakan yang terasa lebih lemah saat ditekan atau dinaiki. Retakan kecil mungkin tidak mengganggu fungsi awal, namun bisa berkembang menjadi masalah besar jika terkena beban atau perubahan suhu secara terus-menerus.
Solusi untuk retakan tergantung pada ukuran dan tingkat keparahan masalah. Selanjutnya, untuk pencegahan, pastikan sambungan gerak dipasang sesuai standar dan proses pengeringan berlangsung secara alami.
2. Screed Tidak Rata

Permukaan screed yang tidak rata bisa menghambat pemasangan lantai akhir dan mengurangi estetika bangunan. Penyebab utamanya berasal dari persiapan substrat yang buruk, seperti permukaan dasar yang tidak dibersihkan atau diratakan dengan benar.
Penggunaan alat pemasangan yang tidak akurat, serta kesalahan dalam pengecekan level selama proses kerja juga sering menjadi faktor penyebab. Pada screed self-levelling, masalah ini bisa muncul jika terlalu banyak air ditambahkan atau campuran tidak teraduk merata.
Ciri-ciri masalah ini terlihat dari tonjolan atau cekungan pada permukaan, serta deviasi level yang melebihi batas standar. Solusi yang bisa dilakukan antara lain menambal area tidak rata dengan bahan khusus seperti Sikafloor Patch atau menggunakan senyawa perata lantai untuk menghaluskan permukaan.
Sebelum melakukan perbaikan, pastikan permukaan screed telah benar-benar kering dan bebas dari kontaminan. Sebagai pencegahan, lakukan verifikasi level dasar sebelum memulai pemasangan, gunakan sistem baki atau benang level yang akurat, dan patuhi panduan pabrikan untuk jenis screed yang digunakan.
3. Kelembaban Berlebih

Penyebab utama kelembapan lantai adalah ketiadaan membran anti-lembab, proses pengeringan substrat yang prematur, dan kapilaritas air tanah. Risiko ini meningkat tajam pada wilayah dengan permukaan air tanah tinggi jika tidak dilakukan mitigasi teknis sejak awal.
Perekat lantai akhir sering gagal menempel dengan baik, bahkan bisa menyebabkan lantai terkelupas secara bertahap. Solusi yang efektif dimulai dengan pengukuran kelembaban secara akurat. Cegah kelembapan dengan memasang membran yang tepat, mematuhi durasi pengeringan, dan wajib melakukan tes kelembapan sebelum pemasangan lantai akhir.
4. Screed Terkelupas
>idth=”1080″ height=”1080″ />
Delaminasi atau kondisi di mana screed terpisah dari substrat menciptakan area kosong yang berisiko retak atau runtuh. Penyebab utama berasal dari substrat yang kotor, berminyak, atau tidak memiliki kunci mekanis yang cukup untuk menjaga ikatan.
Penggunaan perekat yang salah atau tidak sesuai dengan jenis screed dan substrat, serta kelembaban yang naik dari bawah substrat juga sering menjadi faktor penyebab. Area dengan getaran tinggi seperti stasiun kereta atau pabrik memiliki risiko lebih besar mengalami masalah ini.
Jika tidak ditangani dengan cepat, area yang terkelupas bisa semakin luas dan menyebabkan kerusakan pada struktur sekitarnya. Solusi yang tepat yaitu dengan membongkar area yang terkelupas dan memasang ulang screed dengan persiapan substrat yang benar.
Sebelum memasang ulang, bersihkan substrat secara menyeluruh, buat kunci mekanis dengan cara menggiling atau menggerindil permukaan, dan gunakan primer perekat yang sesuai dengan jenis material. Pastikan substrat bebas dari kontaminan, lakukan inspeksi sebelum pemasangan, dan gunakan perekat yang direkomendasikan oleh produsen screed.
5. Permukaan Berdebu atau Mudah Pecah

Screed dengan kekuatan permukaan tidak cukup akan mudah berdebu atau rusak di bawah beban ringan hingga sedang. Penggunaan pasir dengan grading yang tidak sesuai atau paparan kelembaban berlebih dalam waktu lama juga bisa mengurangi kekuatan screed secara signifikan.
Masalah ini menampakkan ciri khas berupa permukaan yang mengeluarkan debu saat Anda menyentuh atau menginjaknya. Lantai tersebut juga mudah tergores oleh benda tajam serta gagal saat menjalani uji tekan maupun uji gores.
Pada area dengan lalu lintas tinggi, permukaan bisa cepat rusak dan memerlukan perbaikan berkala yang mahal. Anda dapat memperkuat permukaan dengan mengaplikasikan primer khusus. Namun, jika kekuatan lantai tidak memenuhi spesifikasi, Anda harus membongkar dan mengganti seluruh bagian screed yang bermasalah.
BACA JUGA : Jasa Profesional Epoxy untuk Lantai
Perawatan Lantai oleh Profesional
Profesional perawatan lantai melakukan proses kerja yang terstruktur dan terstandar untuk memastikan hasil optimal pada setiap jenis lantai. Peralatan modern dan bahan industri ramah lingkungan mendukung setiap tahapan perawatan untuk hasil yang aman.
Keunggulan menggunakan jasa profesional tidak hanya terletak pada hasil yang maksimal, tetapi juga pada efisiensi waktu dan keamanan pengguna. Layanan ini cocok untuk berbagai jenis bangunan rumah tinggal, gedung perkantoran, mall, hotel, hingga fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah.
Ingin lantai hunian atau gedung bisnis Anda selalu terjaga kebersihan dan kilau alaminya? Kunjungi Loka Aruna Wastu untuk mendapatkan solusi perawatan lantai profesional sesuai kebutuhan Anda. Dapatkan konsultasi gratis dan penawaran terbaik sekarang juga, klik link di bawah ini!

Pingback: Penting! Pondasi Lantai untuk Pembuatan Lapangan Olahraga